Minggu, 11 Juli 2010

cerpennya nyindir

MENUNGGU

malam semakin larut . pagi pun hampir menjelang. jujur aku letih menunggu sms dari sang pujaan hati. kalau dipikir pikir cukup bodoh juga aku menunggu seharian penuh. mata yang semakin tertutup karena di terpa udara dari AC. dengan rasa percaya kalau dia kan membalas SMS ku , aku pun terlelap di atas meja belajar.
pagi pagi sekitar jam 05.30 ku terbangun dari tidur. dengan cepat ku ambil HP ku lalu kulihat ada sebuah SMS. sedikit senyum kusunggingkan di bibir. ku ambil handuk dan segera menuju kamar mandi , selesai mandi ku langsung berganti pakaian . suara motor menderu di luar rumahku . sepertinya ku sudah siap untuk pergi ke sekolah sebelum itu tentu ku tidak lupa untuk berpamitan kepada kedua orangtuaku . lalu ku pergi meninggalkan rumah.
sampai disekolah tepatnya sampai saat bel masuk berbunyi , ku alihkan pandangkanku dari pintu depan sekolah. tapi sepertinya dia tidak masuk untuk hari ini . apel pun dimulai . kulihat ssorang perempuan berkulit sawo matang dan berambut pendek sedang berlari menuju barisannya. perempuan itu pun melihatku dengan tersenyum . segera kubalas senyuman itu tak terasa apel pagi pun selesai . kami semua masuk ke kelas masing masing.
pelajaran demi pelajaran ku ikuti dengan tekun dan sabar . sampai ku di tegur guru karena nyaris ku tertidur. lucu juga jika kupikirkan. aku merasa ngantuk hanya karena tadi malam menunggu satu sms dari dia. tapi itu biasa di sebut perjuangan yang tidak memakai logika . maklumlah akhir akhir ini aku jarang berkomunikasi dengan sally . entah karena apa bisa seperti itu . tapiku tetap berpikir positif.
pelajaran terakhir pun telah usai . dengan semangat ku pergi keluar kelas menemui para best friendku . rina,wanda dan sally telah menunggu kedatanganku. sepertinya mereka telah siap untuk pergi jalan jalan bersama. tiba tiba HP sally berbunyi dia pergi sebentar untuk menerima telepon itu. setelah beberapa saat sally pun kembali. katanya dia harus pulang segera karena dia ada acara keluarga. dengan terpaksa kami pergi tanpanya. selesai pergi kami bertiga pun pulang kerumah masing masing . kuberjalan ke parkiran motor untuk mengambil suzuki satria milikku . tersentak ku kebelakang. pemandangan ug membuat hatiku luka dan lara terjadi di depan mataku.
sekitar 6 meter dari motorku , kulihat dia bergandeng tangan dengan orang yang sudah tidak asing lagi dimataku , Vincent. ku tersenyum kecil ditengah kegelisahan hatiku.
besok harinya kubangun tanpa melihat HP yg biasa ku taruh di sebelah bantal setelah berganti baju ku langsung pergi ke sekolah tanpa berpamitan dengan orangtuaku .
sampai disekolah ku berjalan melewati lorong sekolah lalu menaiki tangga dan sampailah di depan kelas . ku langkahkan kaki untuk masuk ke dalam kelas. ternyata di dalamnya sudah ada sally yang sedang mengobrol dengan rina dan wanda . mereka tertawa dan bercanda bersama . sepertinya kehadiranku hanya akan mengusik mereka.
tiba tiba sally menggenggam tanganku lalu menarikku menuju rina dan wanda. sally bertanya kepadaku tentang peristiwa kemarin. lalu dia menjelaskan semuanya itu hanya salah paham . tanggannya kemarin berdarah lalu vincent menggenggam tangannya untuk melihat lukanya. mungkin aku telah cemburu buta. ku merasa malu terhadap sally tapi sally dengan tersenyum menerima semuanya.
selesai perlajaran kami semua kluar dari kelas masing masing dengan bergegas pergi kerumah seperti biasa aku , rina , wanda dan sally pulang bersama. hari ini cukup lega sebelum memasuki rumah yg masih kacau , bukan tersenyum senang melainkan tersenyum kecewa.
segera ku pergi dari tmpat parkir itu dengan laju motor yg cukup cepat ku pergi menuju sebuah taman dekat rumahku . taman itu adalah tempat yang benar benar membuat aku tenang . keadaan hatiku sudah mulai berangsur angsur membaik . sedikit lega hatiku ini untuk mengninggalkan tempat itu dan menuju kerumah.
sampailah aku dirumah . tapi kuheran karena biasanya pintu rumah terbuka lebar . kali ini pintu rumah tertutup rapat . biasanya ibuku sedang karokean kalau pintu tertutup rapat tapi tidak ada suara suara nyanyian dari rumahku. segera ku masukkan motor dan mengetuk pintu rumahku sendri sepertinya orang rumah sedang tertidur.
kubuka pintu kamarku lalu ku ganti baju. keluar kamar , kudengar suara tangis histeris dari kamar orangtuaku.ku ketuk pelan sambil menanyakan ada apa . lalu pintu terbuka dan kulihat sosok ibuku yg sedang menangus, ayahku yg sedang dduk penuh luka cakar , mungkin itu dari ibuku. berlarilah ku menuju kamar tidurku dan memukul dinding penuh emosi . kenapa masalh selalu datang beruntun. padahal aku tak ada salah apa pun dengan orang lain . mungkin itulah yang dinamakan ujian . siap tidak siapa kuharus hadapi .
sampailah ku dirumah . berkah Tuhan terjadi dimana mana . kulihat keharmonisan yg terjadi dirumahku . semuanya begitu harmonis dan dami. aku bngung mengapa masalah ini begitu cepat terselesaikan . apa ayah telah memutuskan untuk meberi kelongaran terhadap ibu untuk bekerja ? aku pun tahu . yang jelas semua ujian ini telah sukses kulewati . terimakasih Tuhan engkau memberi jawaban dari hasil menunggu ku selama ini .

*maaf ada perubahan seperlunya
asli sedih banget ini cerpen disini si sally emang bego bener dan kalo mau dikaitkan sama kehidupan pribadi si penulis sally itu mantannya dan skrang si sally udah bener bener nyesel ! semoga semua bisa diulang dari awal lagi .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar