Minggu, 05 September 2010

sabar menunggu



   Aku Alice sekarang aku berumur 16 tahun , aku masih bersekolah dan aku tinggal di Apartemen yang lumayan jauh dari sekolahku. Aku hanya sendiri disini , orangtuaku tak tinggal bersamaku dan setiap akhir pekan aku hanya pergi menginap di rumah tanteku yang kebetulan tidak jauh dari tempat aku tinggal. Seperti biasa aku berangkat ke sekolah bersama tempat dekatku Evan , jam telah menunjukkan pukul 06.15 , aku sudah siap dan segera turun dari kamarku dan menunggu di lobby tempat biasa Evan menjemputku. Kali ini dia sudah tiba terlebih dahulu. Aku merasa bingung karena tidak seperti hari biasanya aku kadang harus menunggu dia lagi. Dia menyapaku terlebih dahulu dan menanyakan 'apakah hari ini dia datang lebih cepat dari biasanya' dan tanpa berfikir lama aku langsung menjawab 'iya' , setelah itu kami langsung bergegas masuk mobil karena kami takut telat untuk hari ini. 
   Hari ini adalah hari pertama aku duduk di bangku kelas 2 SMA perasaanku masih senang karena naik kelas dan mendapatkan jurusan yang aku inginkan. Sesampainya aku di sekolah aku bergegas lari menuju papan nama disitu tertulis PEMBAGIAN KELAS , semoga saja aku mendapatkan teman - teman yang asyik , dan keinginanku terwujud nomor urut 4 adalah namaku Agatha Alice Aprilia ketika jari telunjukku terus menelusuri kertas nama itu ku temukan nomor 17 yaitu Leonardus Evan , wow !! girang sekali aku melihat nama dia dan beberapa teman yang ku kenal lainnya mempunyai kelas yang sama denganku. Segeralah aku mencari Evan, dan kutemukan dia sedang berada di perpustakaan. "EVAN ?!" teriakku. "hussstt berisik ini perpustakaan bukan hutan" tegur bu Irene penjaga perpus yang terkenal jutek. Aku menghampiri Evan dan langsung ku kabarkan tentang ini , dan dia pun meminta aku untuk duduk di sampingnya ketika pelajaran dimulai nanti.
   ♪ Kringgggg..... ♪ bell sekolah berbunyi dan kami pun berlari menuju kelas masing masing , kelasku berada di lantai dua dan terletak di pojok. Guru pertama masuk adalah Pak Pri , dia mengajar Kewarganegaraan dan sepertinya dia tidak membawa buku atau apapun , dia hanya membawa secarik kertas absen dan pulpen. Dalam hatiku sudah senang karena pasti tidak ada pelajaran dan mungkin hanya perkenalan. Dan yaaaa benar. Hari pertama sekolah hanya di habiskan dengan perkenalan teman dan beberapa materi yang akan kami pelajari selanjutnya. Setelah bell pulang sekolah berbunyi , Evan menghampiriku dan langsung mengajakku untuk pulang bersama. Kali ini dia mengajakku untuk menemaninya kerumah tantenya yang kebetulan tidak jauh dari apartemen yang ku tempati. Aku menyanggupi permintaannya dan kami pun pergi kesana , kurang lebih 1 jam aku menemani Evan. Tak berapa lama aku teringat akan tugas besok yang di berikan wali kelasku , aku langsung pamit pulang dan Evan mengantarku sampai apartemenku. 
   Ketika sampai apartemen aku langsung mandi dan beristirahat sejenak , malamnya aku memutuskan makan malam diluar rumah , ketika aku makan , aku bertemu dengan Evan bersama teman bandnya. Evan menghampiriku dan mengajakku bergabung bersama teman - temannya. Dengan senang hati aku menuruti ajakkannya , setelah kami selesai makan , aku kembali ke apartemen. Berhubung jam juga sudah menunjukkan pukul 20.45 aku segera mebereskan perlengkapan sekolahku untuk besok dan segera beristirahat. 
   Keesokkan pagi , aku bangun seperti biasa , membuat sarapan dan langsung turun ke lobby menunggu Evan. Namun , kali ini yang menjemputku bukanlah Evan, melainkan supir Evan yaitu Mas Tri. Aku sontak kaget dan bertanya , kemana Evan ? mengapa bukan Evan ?! Mas Tri menjawab Evan sedang sakit karena semalam dia kehujanan pulang dari rumah temannya. Dengan wajah cemberut aku pun sedih. Sampai di sekolah Reno teman dekat Evan bertanya kepadaku , kemana Evan ? kok tidak berangkat bareng. Aku hanya menjawab 'Evan sakit' kali ini perasaanku sangat tidak karuan di kelas aku hanya diam saja , biasanya aku bercanda dengan Evan atau ke perpustakaan bersama Evan , saat istirahat juga begitu. Beda dengan hari ini aku hanya sendiri saja. Saat jam pelajaran ke 9 dan 10 , guru kami berhalangan hadir. HandPhone-ku pun berbunyi , new message tulisan di layar HP-ku segera aku buka. Ternyata dari Evan :

to    : Agatha Alice Aprilia
from : Leonard Evan

Alice , maaf gue gak bisa jemput tadi pagi. Sengaja gue minta tolong Mas Tri karena kalo lo gue biarin berangkat sendiri kasian , sekolah lo kan lumayan jauh juga. Hmpp , pulang gue tunggu di Halte deket sekolah ya, gue mau kontrol ke dokter . lo bisa nemenin kan?

senyumku langsung melebar di pipiku , dan tanpa berlama - lama langsung aku balas :

to    : Leonard Evan
from : Agatha Alice Aprilia 

oke Evan ! tenang aja. Bentar lagi juga gue keluar. Tunggu yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Gws Evan :)

   ♪ kringgggg ♪ yaaaps ! bell pulang sekolah terdengar juga. Langsung aja aku lari keluar sekolah dan sempet nabrak kakak kelas bahkan menjatuhkan bukunya pula. Halte sekolah tempat kita janjian. Setibanya aku disitu Evan gak keliatan. Mungkin masih di jalan 2 menit kemudian. Mobil jazz putih sudah ada di sebrang jalan. Aku segera berlari menuju mobil itu. Evan membuka kaca dan menyuruhku masuk. Sekitar 30 menit perjalanan kami sampai dirumah sakit tempat Evan check up. 
   'Evan ! kamu harus banyak istirahat yaaaa. kamu terkena Demam Berdarah jika trombosit kamu menurun kamu harus opname seminggu' pesan dokter. Evan pun hanya lesu mendengar kata - kata dokter. Kemudian aku langsung mengambil resep yang dokter berikan , dan aku langsung memberi semangat kepada Evan.
'Istirahat ya Van ? jangan lupa makan teratur , minum obat dan banyak minum jus juga' Evan hanya mengangguk dan membalas perkataanku dengan kata 'Thanks ya'. Setelah menunggu obat kami pun langsung pulang kali ini aku yang membawa mobilnya dan mengantar dia pulang kerumahnya. Dari rumahnya aku langsung mencari taksi dan pulang ke apartemen.
   Sangking begitu dekatnya aku dengan Evan kami sudah seperti adik dan kakak. Bahkan orangtuanya juga aku anggap sebagai orangtua aku sendiri , ya berhubung papa dan mama tinggal di luar negeri dan jauh dari aku.

beberapa bulan kemudian ... 

   'Pagi anak anak !' ucap wali kelas kami yang masuk ke kelas dengan membawa seorang wanita berambut panjang , kulit sawo matang dan sepertinya pindahan dari luar kota. 'Pak Tri akan memperkenalkan kalian dengan teman baru kalian yang bernama Ella Andriani. Dia pindahan dari Surabaya dan dia sering mengikuti Olimpiade di daerahnya. Anak - anak melihat Ella dengan penuh senyum mereka sangat menerima kedatangan Ella. Namun aku yang biasanya senang bila mengenal teman baru kali ini hanya diam memasang muka penyesalan mengapa dia harus ada di tengah kelas kami. Evan sebagai ketua Osis yang kebetulan satu kelas dengan Ella pun memberi beberapa kata menyambut kehadiran Ella. 

  'Teman - teman! sekarang kita punya satu teman baru. Tolong sehabis pelajaran ini saat istirahat kita berkenalan satu per satu dengan Ella yaa ? kita sama - sama bantu Ella untuk ngejar beberapa pelajaran yang sudah ketinggalan. Sip?' ajak kepada teman satu kelas. Evan pun memanggilku dan meminta aku sebagai murid pertama yang memulai perkenalan dengan Ella. Dengan perasaan yang sangat berat aku langsung berdiri ke depan kelas. Aku terdiam beberapa saat dan Evan menyengol tangankku. Aku tersadar dan segera melihat Evan dan berkenalan dengan Ella. 'Hai Ella, aku..aa..ku hmm Alice' dengan sedikit menarik napas aku lanjutkan perkenalan ini 'Aku Alice di kelas aku mejabat sebagai ketua kelas dan kebetulan aku sekretaris 1 di Osis, senang mempunyai teman baru seperti kamu' kata aku dengan penuh hati - hati. Entah kenapa lidahku serasa tak mampu berkata seperti biasanya. Bell istirahat pun terdengar, Aku mengajak Evan untuk menemaniku jajan di kantin belakang. Namun kali ini Evan menolak dan merasa keberatan. Ya mungkin karena iya sedang memperkenalkan sekolah ini kepada teman baru tadi. Akhirnya aku pergi ke kantin bersama Reno. Aku kembali ke kelas dan di kelas tidak ada Evan, ya aku putuskan untuk makan siang sendiri. Dan aku teringat kalau Evan pasti belum makan siang. Aku segera mencari Evan sambil membawakan makan siang untuknya, dan benar perkiraanku iya ada di dekat koridor kelas sedang asyik ngobrol dengan Ella. Dengan sedikit merasa takut aku menghampiri Evan dan memberi makanannya sambil mengingatkan kalau dia hampir lupa makan siang. Evan tersenyum sambil menjawab 'thanks banget Alice , untung lo ingetin. emang deh ade gue paling baik !' . Aku menjawab dengan senyum lebar. Segera aku kembali ke kelas karena aku tidak ingin menganggu mereka. Sepulang sekolah Evan menghampiriku , lalu berkata :

'Alice, hari ini ada acara gak? ' 
'Engga sih Van. Ada apa? ' 
'Bagus deh! Gue mau ngajak lo ke mall nih. Bosen dirumah.'
'Dengan senang hati Van !' jawab aku dengan gembira
'Okeee ! sekarang kita langsung berangkat, gimana?' ajak Evan
'Gue gak bawa baju ganti Van. Ke apartemen bentar yaa kan searah tuh sama mall-nya' pinta aku
'Boleh deh , Ayooooooooooo' 

   Aku langsung masuk mobil Evan. Di perjalanan Evan menerima telepon sepertinya dari seorang wanita dan dia membuat janji dengan teman yang ada di telepon itu. Aku bingung mengapa Evan bikin janji untuk bertemu dengan oranglain padahal Evan sedang mengajak aku jalan. Kebingunganku terjawab setelah dari apartemen kami tidak langsung berangkat ke mall melainkan ke sebuah perumahan. Kami berhenti di depan rumah mewah dengan tulisan M.14 sepertinya nomor rumahnya. Dari kejauhan terdengar suara 'Bye mama ! Aku pergi sama teman dulu ya. Aku gak sampai malam ntar aku kabarin lagi ya' kata wanita itu. dan ada jawaban 'Ya sayang hati - hati ya !" seperti jawaban dari mamanya. Sontak aku kaget, dan timbul sejuta pertanyaan. Siapa dia? Wanita? Apakah sodara Evan? tapi tadi dia menyebut pergi bersama teman?. greeeek ! bunyi pagar terbuka. Dari dalam mobil aku melihat wanita itu, sepertinya sudah ku kenal sebelumnya dan dia....dia adalah Ella !! anak baru di kelas kami, mengapa Evan menjemput Ella ? Apa kita pergi bertiga ?
   'Alice, kali ini kita pergi gak cuman berdua tapi ada Ella juga loh !' kata Evan. Aku masih diam sampai aku sadar Ella telah masuk dan duduk di mobil Evan. 'Eh, Iya kita bareng El..Ella ya?' jawab aku. Evan dan Ella hanya tersenyum melihat aku. Kali ini perasaan ku berubah menjadi sangat sangat buruk. Tapi tidak mungkin aku meminta pulang ke apartemenku aku tidak ingin mereka jalan berdua saja dan aku juga tidak enak menolak ajakkan Evan. Setibanya kami di mall , Evan lekas turun dari mobil dan mebukakan pintu untuk Ella. Tak biasanya dia melakukan ini kepada seorang wanita, bahkan kepadaku nyaris tak pernah kecuali saat aku kesulitan membuka karena bawaan yang banyak ditanganku. 
   Tempat pertama yang kami kunjungi adalah CINEMA XXI. Saat itu ada film yang baru saja keluar dan kami memilih untuk nonton terlebih dahulu. Tiket pun sudah ditangan kami. Segera kami masuk ke studio dan Evan memilih duduk di tengah - tengah kami berdua. Kali ini Evan terlihat sangat dekat dengan Ella pada saat nonton. Aku hanya diam sambil terus menikmati film berlangsung. Sesekali Evan mengajakku becanda. Namun aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku dan diri Evan. Setelah kami nonton film. Perutku pun sangat sakit akhirnya aku mengajak mereka untuk makan bersama kami langsung berjalan menuju satu tempat makan siap saji. Disana kami bertemu Reno teman satu band Evan. Reno bergabung dengan kami karena dia juga hanya sendiri disana. Tak berbeda jauh dengan suasana saat kami di bioskop. Evan pun tidak seperti biasa aku hanya berbicara dengan Reno sambil sesekali melirik Evan yang sedang bersenda gurau dengan Ella tanpa peduli ada aku dan Reno disitu. Ella dan Evan sepertinya sangat bahagia, namun tak berangsur lama Ella tiba - tiba tidak sadarkan diri setelah dia kembali dari toilet. Kami memutuskan untuk mengantar Ella pulang kerumahnya. 
   Ella dibawa masuk kemobil Evan dan Evan meminta aku untuk masuk ke mobil Reno, kali ini aku sangat emosi namun aku harus menahan diri karena sangat tidak mungkin, kondisi sangat genting. Sesampai dirumah Ella. Evan dan Reno mengendong Ella masuk kerumah. Sementara dirumah Ella tidak ada seorang pun akhirnya aku membuat makanan untuk Ella dan menyiapkan obat untuk Ella. Jam sudah menunjukkan pukul 22.50 namun orangtua Ella belum juga pulang. Akhirnya aku menghubungi mamanya Ella, ternyata tante Mirna (mama Ella) tidak bisa pulang malam ini. Dia ada acara dengan teman kantornya , dia meminta kami untuk menginap dirumahnya. Namun disaat yang sama Evan drop. Evan lupa membawa obatnya. Aku khawatir Evan akan kembali jatuh sakit. Aku menyarankannya untuk pulang namun Evan tidak mau. Dia ingin menemani Ella. Aku mengambil keputusan untuk ke rumah Evan dan mengambil obat serta pakaian ganti untuk Evan. Setelah aku kembali kerumah Ella. Aku berat untuk melangkah menuju kamar Ella. Aku membuka sedikit pintu kamar Ella dan melihat betapa Evan sangat telaten mengobati Ella , memberi Ella bubur. 
   Tanpa disadari aku meneteskan air mata. Reno pun menyolekku sambil berkata 'Kenapa lo nangis ? pasti cemburu ngeliat Evan sama Ella ya? udahlah itu perasaan lo aja'. Aku terkejut karena Reno mengerti apa yang aku rasakan memang Evan adalah temanku sejak aku pindah di SMP kami cukup dekat. 'hmm engga kok Ren, gue cuman terharu ngeliat cowo kayak Evan' jawab aku dengan sambil menahan air mata dan memberanikan masuk ke kamar Ella untuk memberi Evan obat dan pakaian ganti. Keesokkan paginya Tante Mirna sudah pulang dan kami bertiga di perbolehkan untuk sarapan dan pulang kerumah masing - masing. Kali ini aku menolak kebaikkan Evan untuk mengantar aku kembali ke apartemen. Kebetulan Reno tinggal tak jauh dari apartemenku jadi Reno yang mengantar aku. 
   Setelah Evan mengenal Ella aku merasa semakin jauh dari Evan sekarang jika aku di ajak jalan pasti ada Ella juga. Bahkan mereka lebih sering jalan berdua akhir - akhir ini.
Sekarang sudah bulan November berarti satu bulan lagi orangtuaku dari Amsterdam akan kembali ke Indonesia. Aku ingin sekali mengenalkan Evan kepada mereka. Aku berpikir untuk memberi tahu Evan sekarang. Aku segera SMS Evan : 

to  : Leonard Evan 
from : Agatha Alice Aprilia

Siang Van ! Gue mau kasih tau neh awal bulan depan ortu gue udah balik ke Indonesia. Rencananya tanggal 2 Desember udah sampai. Lo mau kan dateng ke acara makan malem sama keluarga gue ?

sms gue terkirim tinggal tunggu balesan aja. udah sekiar 30 menit gak ada balesan juga dari Evan. Hmm positif thinking mungkin dia lagi gak ada pulsa atau lagi keluar.
♪cakcle .....♪ bunyi nada sms gue. Langsung gue buka SMS itu ternyata dari Evaaaaaaaaaaaaaan.
dengan harapan dia bakal jawab IYA gue buka HP gue.

to : Agatha Alice Aprilia
From : Leonard Evan

oke Alice ! gue usahain yaaaaaaaaa. salam juga buat ortu lo yaa :) ohya , malem ini lo mau temenin gue beli kado ga buat seseorang ?

sms Evan yang terakhir pun gue jawab dengan IYA. hmm gue bingung dia mau beli kado buat siapa. Dan sampai di toko pernak pernik dia tanya ke aku. 'Hmm kalo gue kasih ini buat lo , lo suka ga lice ?' sambil nunjukkin kalung yang unik banget.  gue jawablah 'SUKA BANGET VAN !!' huaaaaaaa keren. Evan senyum lebar dan bilang 'Seriuss lo suka ? berarti Ella suka juga mungkin ya ?' sontak aku ga bisa berkata apapun. Evan melambai - lambaikan tangan di depan wajahku namun tak aku hiraukan. sampai akhirnya aku tertabrak SPG disitu.
'heeeey ! kok lo diem ?' kata Evan. 'eeeh engga engga kata siapa gue diem ?' jawab aku. Tiba - tiba Evan ngelap air mata yang secara gak sengaja udah netes. Aku langsung memegang tangan Evan sambil pelan-pelan membawa tangganya turun dari pipiku. 'Kok lo nangis ? maaf mungkin pertanyaan gue ganggu lo ya ? atau lo sakit ?' tanya Evan. 'engga Van, tadi gue liat orang mirip nyokap aja jadi kangen' jawab aku. 
untung Evan tidak curiga kalo aku cemburu ketika aku tahu hadiah itu bukan buat aku tapi buat Ella.
   
2 Desember 2009 .................
   'yeaaaaaaaaah ! hari ini mama papa pulaaaaaaang :)' teriak aku di pagi hari. tiba - tiba aku buka pintu kamar ku dan taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam ! mama papa dan ada satu orang lagi yang ku kenal Evan udah ada diapartemen. Satu hari ini aku pake buat share dan jalan bareng sama Evan.
senang banget rasanya tapi semuanya hancur karena Ella ada di restoran yang sama dgn  orangtuaku dan Evan malah deket sama Ella dan nyuekkin aku aja. yaudahlah satu hari itu berakhir dengan sedikit kekecewaan.
   Gak kerasa udah mau tahun baru aja dan sekolah juga udah libur. aku dan anak band Evan dan Ella jalan jalan ke villa orangtua Evan. Disana kita bisa jalan - jalan sambil melepas lelah belajar di sekolah. Hari kedua kita pergi ke air terjun dekat villa Evan disitu Ella sempat mengajakku jalan - jalan berdua saja sementara anak lain asyik berfoto ria. Sambil nikmatin pemandangan Ella curhat dan dia bilang kalau dia sayang sama Evan. Disitu perasaanku serasa tercabik - cabik, dengernya rasanya pingin nangis tapi ga mungkin ada Ella disitu. Ella minta pendapat tentang gimana Evan ?! semua aku jawab dengan perasaan sakit.
Malemnya, aku cerita tentang perasaan Ella ke Evan dan kayaknya Evan juga ngerespon hal yang sama. Karena itu semua rasanya hatiku makin hancur. Semua harapan kalo Evan suka sama aku udah gak ada. huhu sakit rasanyaaa denger dan tahu kenyataan ini.
   dua bulan setelah kejadin ini tepat tanggal 26 februari Evan ultah. sekarang pas banget sweetseventeen Evan dan pasti yang paling ditunggu adalah the first cakeee dia buat siapaa ? dan ternyata itu buat AKU :) :) betapa senengnya aku dia kasih itu. Tapi yang aneh kenapa Ella biasa saja dia gak cemburu sama sekali ? ini malah menjadi pertanyaan yang besar bagiku ????? setelah ulangtahun Evan dan firstcake itu aku jadi bersemangat dan yakin lagi kalau Evan sebernarnya suka sama aku, bukan sama Ella.
   Tapi setelah kejadian itu Evan dan Ella gak pernah ada kabar, disekolah mereka kemana mana selalu bareng. Dan nyaris Evan gak punya waktu untuk aku ataupun bandnya. ternyata yang aku denger bener EVAN udah jadian sama ELLA. ini merupakan pukulan terberat bagiku. orang yang aku sayang dan aku kenal lebih dari 3 tahun hanya karena satu wanita yang baru dikenalnya udah pergi , hilang begitu aja. 
sekarang hari - hari aku lewatin sepi , sekolah bagaikan neraka yang sangat panas untukku bangku sampingku yang biasa adalah orang yang aku sayang berubah menjadi orang yang sangat kejam. aku sadar Evan hanya teman dan aku gak ada hak ngelarang dia untuk dekat dengan siapa aja. untung aja sebentar lagi kenaikkan kelas dan aku berkeputusan untuk ikut kedua orangtuaku ke amsterdam. 
seminggu sebelum pergi Evan dan Ella  membuat farewell kecil untuk aku dengan teman yang lain rasanya makin sakit hatiku melihat mereka berdua dan rasanya aku ingin cepat pergi dari kota ini. acara itu berjalan dengan lancar dan sangat menyenangkan bagiku rasanya aku mampu melupakan sakit hatiku.
   Tibalah saatnya aku pergi , tak ada SMS atau telpon yang mengiringi kepergianku dari Evan atau Ella pun tak ada. Mungkin mereka sudah sibuk dengan urusan mereka sendiri. Hm sepanjang jalan perasaanku tak tentu apakah memang farewell itu terakhir aku bertemu ? ternyataaaaaaa.....
sesampainya aku di bandara ! disana ada Evan dan Ella berserta orangtuanya. Aku terkaget - kaget melihat ini. Ella berlari dan memanggilku serta memelukku dan dia bilang 'kenapa harus lari dari masalah ? harusnya hadapi masalah demi ngedapetin ama yang kamu inginkan' disitu aku hanya bisa diem sambil menatap Evan. Gak lama Evan nyamperin aku dan dia ngomong 'Mau kemana pun kamu lari ! yang pasti kamu ga bisa lari dari kebohongan tentang perasaan kamu ke aku , dan ternyata aku tidak bisa mencintai saudara aku sendiri' . Aku langsung diem dan ga bisa berkata apa apa ternyata Evan dan Ella mereka bersaudara dan Evan sayang sama Ella hanya karena Ella saudara Evan sendiri. 
Kali ini rasanya aku di padang rumput yang tadinya semua layu sekarang bermekaran lagi. Semua jadi indah aku serasa melayang di hempaskan ke udara. Tuhaaaaan ! Terimakasih Atas hari yang indah. Rasanya langkahku berat meninggalkan kota ini disini aku menemukan seseorang yang benar kusayang. Akhirnya selama dua tahun kami menjalankan masa pacaran dengan long distance. Saat aku sudah lulus kuliah aku kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Evan. I ♥ Evan .

*selesai*
ANGELINA ALICE AMANDA


maaf kalo namanya gue pake. cuman buat cerita aja kok ! enjooy it




Tidak ada komentar:

Posting Komentar